Selamat Datang di website komunitas Info Rengasdengklok   Click to listen highlighted text! Selamat Datang di website komunitas Info Rengasdengklok Powered By GSpeech
Anda disini: HomePeristiwa

Bocah SD Tewas Tenggelam Di Sungai Citarum

Written by Sabtu, 11 Oktober 2014 10:29

RENGASDENGKLOK, IR - Diduga akibat tak bisa berenang, seorang siswa SD tewas di sungai Citarum, Karawang, Jawa Barat. Setelah dicari selama satu hari satu malam, akhirnya jasad korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.

Jenazah handika (10) siswa kelas empat SD yang tewas tenggelam di sungai citarum, di Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang ini, langsung dibawa kerumah duka. Isak tangis orangtua dan sanak saudara pecah saat jenazah korban tiba.

Sebelumnya, anak ke lima dari pasangan keluarga Sanin dan Enung ini, diketahui hilang terbawa arus sungai citarum saat mandi dan berenang bersama ke empat temannya. Mendapat laporan warga, tim sar Zhadoel dibantu warga melakukan penyisiran di sungai citarum menggunakan perahu karet.

Selama satu hari satu malam dalam pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan satu kilo meter dari lokasi kejadian.

Menurut paman korban, Handika bersama ke empat temannya tengah bermain sepak bola tak jauh dari sungai citarum. Tak seperti biasanya, korban langsung mandi dan berenang di sungai tersebut. Diduga lantaran tak bisa berenang, akhirnya korban tewas terbawa arus sungai.

“Ponakan saya ini, sebenarnya ga pernah mandi di citarum. Seusai main bola, lantas dia bersama temannya mandi di sungai itu, namun akibat di tak bisa berenang jadi terbawa arus dan ditemukan sudah meninggal,” ungkap Deddy Djunaedi pada Inforengasdengklok.com.

Karena kejadian ini murni kecelakaan, pihak keluarga akhirnya langsung memakamkan jasad korban tak jauh dari rumahnya.

Satu Keluarga Tewas Terpanggang

Written by Rabu, 08 Oktober 2014 15:32

CILAMAYA, IR - Satu keluarga tewas dalam musibah kebakaran sebuah warung di Karawang, Jawa Barat. Korban tewas berjumlah empat orang ini, merupakan satu keluarga yang saat kejadian tengah terlelap tidur.

Ke empat korban tewas kebakaran ini masih di berada di ruang jenazah RSUD Karawang, untuk dilakukan outopsi.

Keempat korban adalah Tafsir (32) dan Ruminah (25) tahun. Keduanya merupakan suami istri. Sementara, korban lainnya adalah Wulan (4,5) tahun dan galih 1,5 tahun yang kesemuanya anak korban.

Seluruh korban ini mengalami luka bakar yang cukup serius. Bahkan saat ditemukan, keempatnya sudah dalam kondisi tewas mengenaskan dengan tubuh gosong terpanggang.

Meski belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun diduga kebakaran berasal dari obat bakar nyamuk yang menyambar bensin eceran yang disimpan di dalam warung korban.

Keempat korban yang merupakan satu keluarga ini, diduga tengah tidur terlelap sehingga tak sempat menyelamatkan diri saat api melahap warung mereka. Warga yang mengetahui kebakaran ini kemudian berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Namun upaya warga tak berhasil. Bahkan, salah satu pihak keluarga menyesalkan tidak adanya petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi saat peristiwa kebakaran terjadi.

“Kalau kejadiann persis saya ga tahu, pas saya liat warungnya terbakar hebat. Korban ada empat, semua terbakar dan gosong. Yang sangat disayangkan mobil pemadam kebakaran, tak ada pak,” ungkap Darsan pada Inforengasdengklok.com.

Selain menewaskan satu keluarga, kebakaran sebuah warung di jalan krasak Cilamaya Karawang ini juga meluluhlantahkan bangunan warung dan sesisinya. Bangunan kebakaran hingga senin siang juga sudah diberi garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Juragan Sapi Tewas Dibunuh Perampok

Written by Sabtu, 27 September 2014 15:12

KLARI, IR - Perampokan disertai pembunuhan kembali terjadi di Karawang, Jawa Barat. Kali ini, seorang juragan sapi tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya. Korban tewas dengan luka gorok dilehernya. Sementara, istri korban hanya mengalami luka dibagian telinga dan tangan.

Ardi (80) warga Dusun Kerajan, Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Karawang, terbujur kaku di ruang jenajah RSUD setempat. Juragan sapi ini, tewas dengan luka gorok dibagian leher serta luka dibagian kepala.

Sementara, Apon (65) istri korban mengalami luka dibagian muka dan telinga akibat terkena bacokan senjata tajam saat melawan aki perampok di rumahnya.
Putri korban terlihat shok, dan terus menangis. Ia tak menyangka, orangtuanya tewas secara mengenaskan ditangan perampok.

Diduga, Ardi tewas setelah dibunuh perampok yang menyatroni rumahnya. Pelaku yang diduga ketahuan oleh korban, langsung menyerang secara membabi buta.

Meski sempat melawan, namun kake rentan itu tak berdaya menghadapi pelaku yang bersenjata tajam. Hingga akhirnya korban dianiaya hingga menemui ajalnya.

Menurut keterangan warga, pelaku berhasil masuk rumah korban dengan cara mencongkel jendela depan.

“Korban mengalami luka di bagian leher dan nyaris putus, sementara istrinya mengalami luka dibagian telinga, tangan dan muka. Keduanya emang sudah kakek dan nenek-nenek,” ungkap Ajip pada Inforengasdengklok.com.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan barang yang dibawa kabur oleh pelaku. Dugaan sementara, pelaku lebih dari satu orang. Kasus perampokan disertai pembunuhan ini, masih dalam penyelidikan petugas Polres Karawang.

RENGASDENGKLOK, IR - Kemarau yang melanda sebagian wilayah Karawang, Jawa Barat, mengakibatkan sawah petani menjadi mengering dan tak bisa tanami. Untuk bertahan hidup, sebagian petani pun beralih profesi menjadi perajin anyaman bambu.

Ditengah sulitnya mencari nafkah untuk keluarga, petani di Dusun Pulosari, Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, terpaksa beralih profesi sebagai penganyam bambu. Langkah ini diambil, lantaran mereka tak memiliki pendapatan dari lahan pertanian yang mengering.

Umar misalnya, pria paruh baya ini sudah menggeluti profesi sebagai penganyam bambu sejak sebulan terakhir. Dalam satu hari saja, ia mampu membuat anyaman dua hingga empat anyaman bambu atau keramba.

Anyaman yang sudah jadi, nantinya akan dijual ke pasar dengan harga RP 80 hingga RP 100 ribu rupaih. Tak hanya dijual kepasar, terkadang ia pun menerima pesanan dari warga sekitar yang datang ke rumahnya.

Hanya bermodalkan bambu dan keahlian jarinya, ia mampu mengantongi keuntungan RP 100 hingga RP 200 ribu rupiah perharinya. Jika dibanding dengan menggarap sawah, nilai keuntungan perharinya pun sangat jauh berbeda.

“Untuk keuntungan menanam sawah sama membuat anyaman, ya beda pak. Kalau sawah mah harus banyak modal, kalau inikan Cuma beli bambu dan langsung dibikin. Ya, untungnya lumayan deh,” ujar Umar pada Inforengasdengklok.com.

(RED) Dalam pandangan petani, berganti profesi karena sudah tidak ada alternatif untuk mencari nafkah sehari-hari. Fenomena ini, akan terus berlanjut selama musim kemarau belum berakhir.

Waria Tewas Digorok Teman Kencanya

Written by Rabu, 24 September 2014 15:10

KLARI, IR - Seorang waria di Karawang, Jawa Barat, ditemukan tewas dengan luka gorok dileharnya. Diduga, korban tewas akibat dibunuh oleh teman kencannya sendiri.

Ratusan warga masih memadati area sebuah salon milik Dian, korban pembunuhan yang ditemukan tewas di dalam sebuah salon miliknya dengan kondisi leher nyaris putus.  Korban di perkirakan telah tewas, pada Selasa malam.

Sebelum dibunuh, korban diduga sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku. Lnataran di lokasi kejadian, selain ceceran darah juga di temukan pecahan kaca serta kondisi ruangan yang berantakan.

Bahkan, setelah di bunuh korban di seret oleh pelaku, sebelum pelaku akhirnya melarikan diri. Polisi yang datang ke lokasi kejadian, langsung melakukan olah TKP dan membawa jenazah ke rumah sakit untuk di autopsi.

Warga menduga, tewasnya korban akibat motif hubungan asmara sesama jenis yang diduga dilakukan oleh kekasihnya sendiri.

“Dugaan saya Dian dibunuh, karena lehernya luka bekas gorokan,” ungkap Ajat warga Desa Duren, Kecamatan Klari pada Inforengasdengklok.com.

Meski demikian, polisi belum bisa memberikan keterangan dan masih melakukan penyelidikan dibalik motif kematian korban. Selain itu, polisi masih memintai sejumlah keterangan dari sejumlah saksi mata.

Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas di jalan klari - cikampek mengalami kemacetan akibat banyak warga yang ingin melihat.

RAWAMERTA, IR - Kemarau yang berkepanjangan membuat sawah-sawah petani di Karawang, Jawa Barat, menjadi kering. Namun sebgian petani, memanfaatkan sawah yang sudah mengering untuk menggembalakan hewan ternak. Sementara, petani lainnya memilih menjual bongkahan tanah sawah untuk keperluan sehari-hari.

Sekilas, kambing-kambing di sawah yang dilanda kekeringan ini bukan milik petani. Nayatanya, kambing-kambing justru tengah digembalakan petani di sawah mereka yang sudah mengering.

Kekeringan di Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, Karawang ini, sudah terjadi sejak 2 bulan terakhir. Akibatnya, para petani tak bisa menggarap sawah mereka.

Sambil menunggu kekeringan berlalu, petani memanfaatkan sawah yang mengering untuk mengembalakan hewan ternak mereka. 

Sementara, petani lainnya memilih menjual bongkahan tanah sawah untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari. Untuk satu mobil saja, petani menjual tanah dengan harga RP 100 ribu rupiah.

“Ya, dari pada nganggur terpaksa saya menggembalakan kambing ini. Palagi, sekarang rumputnya sudah banyak akibat sawah mengering,” ucap Kanin pada Inforengasdengklok.com.

Hal serupa diakui Kartim, salah seorang petani yang menjual bongkahan tanah sawah untuk keperluan sehari-harinya.

“Terpaksa saya jual tanah ini pak, ya untuk kebutuhan sehari-hari aja. Satu truk, biasanya saya jual seharga seratus ribu pak,” ungkap Kartim.

Para petani berharap, musim kemarau segera berlalu dan mendung akan berbaik hati menumpahkan hujan yang mungkin akan mengairi sawah mereka yang tengah dilanda kekeringan.

RENGASDENGKLOK, IR - Sebuah truk bermuatan padi terguling dan masuk sawah, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Diduga, kecelakaan ini terjadi akibat sang sopir mengantuk. Meski tidak ada korban jiwa, namun sang kernet mengalami luka ringan akibat loncat dari mobil.

Truk pengangkut ratusan karung padi ini, terguling dan masuk sawah di jalan raya Proklamasi Rengasdengklok, Karawang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kernet trukmengalami luka ringan akibat loncat dari mobil.

Kejadian bermula, mobil yang dikendarai Ade, warga Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, Karawang ini, melaju dengan kecepatan tinggi. Karena mengantuk saat mengendarai mobilnya, truk mengalami oleng dan menabrak tiang telepon yang berada di pinggir jalan.

Hantaman tersebut membuat mobil hilang kendali, dan terperosok ke sawah. Akibatnya, sebagian karung berisikan padi tumpah kesawah.

Pengemudi mengaku kelelahan dan mengantuk, lantaran baru saja menempuh perjalanan cukup jauh.

“Tau-tau mobil oleng dan terguling pak. Saya capet abis menempuh perjalanan dari banten ke karawang,” ungkap Ade sopir truk kepada Inforengasdengklok.com.

Ratusan karung berisikan padi, langsung di evakuasi kemobil lain. Sementara, mobil truk belum dievakuasi dan masih berada di lokasi kejadian.

 

Kepala Sekolah Tabrak Rumah Makan

Written by Sabtu, 20 September 2014 11:13

RENGASDENGKLOK, IR - Sebuah mobil toyota Rush yang dikemudikan seorang kepala sekolah di Karawang, Jawa Barat, menabrak rumah makan. Pengemudi mengaku, salah menginjak rem sesaat sebelum kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun pemilik rumah makan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Mobil toyota Rush yang dikemudikan Batong Warga Desa Telukambulu, Kecamatan Batujaya, Karawang ini, ringsek dibagian depan. Selain mobil, warung makan yang ditabrak pengemudi juga hancur di bagian depan dan atap.

Kecelakaan ini terjadi di Jalan Raya Proklamasi Rengasdengklok, saat pengemudi akan menyalip mobil pick up. Namun naas, lantaran kaget ada sepeda motor didepannya pengemudi langsung banting setir ke kiri.

Lantaran kaget, pengemudi yang di ketahui sebagai kepala sekolah SD ini bukannya menginjak rem malah menginjak gas. Saat itu pula, mobil langsung melaju kencang dan menabrak rumah makan di pinggir jalan.

Sebelum menabrak rumah makan, mobil bernomor polisi T 1439 DT ini menabrak belakang mobil pick up bermuatan tahu. Mobil pick up sarat bermuatan oleng ke kanan dan tergung. Akibatnya, tahu yang di bawa mobil pick up pun berhamburan ke jalan.

Tak hanya itu, tiga orang yang tengah berboncengan motor pun tertabrak. Ketiganya mengalami luka serius satu diantaranya seorang balita.

“Pas lagi mau nyalip, saya kaget ada motor dari arah berlawanan. Terus saya banting setir ke keiri, saya langsung injek rem tapi malah nginjek gas dan langsung menabrak rumah makan ini,” ungkap Batong pengemudi mobil toyota Rush pada Inforengasdengklok.com.

Dalam peristiwa ini, pemilik rumah makan diperkirakan mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah. Banyaknya warga yang melihat, jalan raya Rengasdengklok-Tanjungpura mengalami kemacetan panjang.

RAWAMERTA, IR - Barhati-hatilah jika anda mengendarai sepeda motor di jalan berlubang. Seorang siswi SMK di Karawang, Jawa Barat, kondisinya kritis akibat tertabrak sepeda motor setelah dirinya terjatuh lantaran menghindari lubang di jalan.

Seperti dalam foto, Aulia siswi SMK 1 Rawamerta, Karawang, ini masih tergeletak di jalan akibat jatuh dari sepeda motornya. Teman Aulia, yang panik tak bisa berbuat banyak saat korban meminta pertolongan. 

Kecelakaan ini bermula, saat aulia tengah perjalanan pulang dari sekolanya menggunakan motor honda supra. Saat diperjalanan, motor yang dikenadarinya melewati lubang yang ada ditengah jalan.

Saat menghindari lubang, motor yang dikendarai aulia pun oleng. Diduga tak bisa menguasi laju motornya, Aulia akhirnya terjatuh. Naas, dari arah berlawanan muncul sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan langsung menabraknya.

Setelah ditabrak, sepeda motor yang tak diketahui identitasnya itu langsung kabur. Akibatnya, Aulia mengalami luka dibagian kepala dan kondisinya kritis.

“Aulia pake motor, terus motornya sempoyongan dan jatuh. Terus lagi ditabrak motor. Dan yang nabraknya langsung kabur,” ungkap Yuni pada Inforengasdengklok.com.

Namun karena keterlambatan petugas yang datang, korban yang masih tergeletak ditengah jalan langsung di bawa ke rumah sakit oleh warga. Peristiwa ini, menjadi pelajaran bagi kita agar berhati-hati jika mengendarai sepeda motor di jalan berlubang.

Terlebih, gunakanlah pengaman kepala atau helm untuk mencegah hal-hal yang patal saat mengendarai sepeda motor.

Polisi Tangkap Pengedar Narkoba Dan Ranmor

Written by Kamis, 11 September 2014 16:28

KARAWANG, IR - Sembilan bandar dan pengedar narkoba di tangkap aparat kepolisian polres Karawang, Jawa Barat, selama dua pekan terakhir. Sebanyak 23 kilogram ganja dan 25 gram sabu-sabu serta sejumlah alat hisap sabu berhasil disita petugas sebagai barang bukti.

Ke sembilan bandar ganja dan sabu serta pengedar narkoba, ditangkap di sejumlah wilayah Karawang, selama dua pekan terakhir. Mereka yang tertangkap, merupakan para pelaku yang selama ini telah menjadi target sasaran operasi petugas.

Beberapa diantaranya, bahkan merupakan satu keluarga yang diduga menjadikan pengedar narkoba di wilayah karawang. Dari sembilan tersangka, satu diantaranya merupakan bandar ganja.
 
Ganja seberat 23 kilogram ini, di dapatkan dari sebuah bandar besar di jakarta yang saat ini masih dalam pengejaran petugas.

Selain menyita ganja, petugas juga menyita 25 gram sabu-sabu yang sudah siap edar. Tak hanya itu, petugas juga menyita sejumlah alat hisap sabu, dan satu buah timbangan.

Polisi sendiri, terus melakukan pengembangan terhadap penangkapan sembilan pelaku tersebut.

“Kita terus akan kembangan dari dengan pengakuan tersangka, yang bandarnya ada di wilayah Jakarta,” jelas Kapolres Karawang, AKBP Daddy Hartadi pada Inforengasdengklok.com.

Selain menangkap bandar narkoba, petugas juga menangkap komplotan sepesialis pencurian kendaraan bermotor. Bahkan, satu diantara tersangaka dilumpuhkan dengan timah panas.

Dengklok TV

Agenda

 ◄◄  ◄  ►►  ► 
OKTOBER 2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Kami memiliki 3 tamu dan tidak ada anggota online
Please install and enabled plugin Vinaora Visitors Counter firstly
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech