Selamat Datang di website komunitas Info Rengasdengklok   Click to listen highlighted text! Selamat Datang di website komunitas Info Rengasdengklok Powered By GSpeech
Anda disini: HomePeristiwa

Juragan Sapi Tewas Dibunuh Perampok

Written by Sabtu, 27 September 2014 15:12

KLARI, IR - Perampokan disertai pembunuhan kembali terjadi di Karawang, Jawa Barat. Kali ini, seorang juragan sapi tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya. Korban tewas dengan luka gorok dilehernya. Sementara, istri korban hanya mengalami luka dibagian telinga dan tangan.

Ardi (80) warga Dusun Kerajan, Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Karawang, terbujur kaku di ruang jenajah RSUD setempat. Juragan sapi ini, tewas dengan luka gorok dibagian leher serta luka dibagian kepala.

Sementara, Apon (65) istri korban mengalami luka dibagian muka dan telinga akibat terkena bacokan senjata tajam saat melawan aki perampok di rumahnya.
Putri korban terlihat shok, dan terus menangis. Ia tak menyangka, orangtuanya tewas secara mengenaskan ditangan perampok.

Diduga, Ardi tewas setelah dibunuh perampok yang menyatroni rumahnya. Pelaku yang diduga ketahuan oleh korban, langsung menyerang secara membabi buta.

Meski sempat melawan, namun kake rentan itu tak berdaya menghadapi pelaku yang bersenjata tajam. Hingga akhirnya korban dianiaya hingga menemui ajalnya.

Menurut keterangan warga, pelaku berhasil masuk rumah korban dengan cara mencongkel jendela depan.

“Korban mengalami luka di bagian leher dan nyaris putus, sementara istrinya mengalami luka dibagian telinga, tangan dan muka. Keduanya emang sudah kakek dan nenek-nenek,” ungkap Ajip pada Inforengasdengklok.com.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan barang yang dibawa kabur oleh pelaku. Dugaan sementara, pelaku lebih dari satu orang. Kasus perampokan disertai pembunuhan ini, masih dalam penyelidikan petugas Polres Karawang.

RENGASDENGKLOK, IR - Kemarau yang melanda sebagian wilayah Karawang, Jawa Barat, mengakibatkan sawah petani menjadi mengering dan tak bisa tanami. Untuk bertahan hidup, sebagian petani pun beralih profesi menjadi perajin anyaman bambu.

Ditengah sulitnya mencari nafkah untuk keluarga, petani di Dusun Pulosari, Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, terpaksa beralih profesi sebagai penganyam bambu. Langkah ini diambil, lantaran mereka tak memiliki pendapatan dari lahan pertanian yang mengering.

Umar misalnya, pria paruh baya ini sudah menggeluti profesi sebagai penganyam bambu sejak sebulan terakhir. Dalam satu hari saja, ia mampu membuat anyaman dua hingga empat anyaman bambu atau keramba.

Anyaman yang sudah jadi, nantinya akan dijual ke pasar dengan harga RP 80 hingga RP 100 ribu rupaih. Tak hanya dijual kepasar, terkadang ia pun menerima pesanan dari warga sekitar yang datang ke rumahnya.

Hanya bermodalkan bambu dan keahlian jarinya, ia mampu mengantongi keuntungan RP 100 hingga RP 200 ribu rupiah perharinya. Jika dibanding dengan menggarap sawah, nilai keuntungan perharinya pun sangat jauh berbeda.

“Untuk keuntungan menanam sawah sama membuat anyaman, ya beda pak. Kalau sawah mah harus banyak modal, kalau inikan Cuma beli bambu dan langsung dibikin. Ya, untungnya lumayan deh,” ujar Umar pada Inforengasdengklok.com.

(RED) Dalam pandangan petani, berganti profesi karena sudah tidak ada alternatif untuk mencari nafkah sehari-hari. Fenomena ini, akan terus berlanjut selama musim kemarau belum berakhir.

Waria Tewas Digorok Teman Kencanya

Written by Rabu, 24 September 2014 15:10

KLARI, IR - Seorang waria di Karawang, Jawa Barat, ditemukan tewas dengan luka gorok dileharnya. Diduga, korban tewas akibat dibunuh oleh teman kencannya sendiri.

Ratusan warga masih memadati area sebuah salon milik Dian, korban pembunuhan yang ditemukan tewas di dalam sebuah salon miliknya dengan kondisi leher nyaris putus.  Korban di perkirakan telah tewas, pada Selasa malam.

Sebelum dibunuh, korban diduga sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku. Lnataran di lokasi kejadian, selain ceceran darah juga di temukan pecahan kaca serta kondisi ruangan yang berantakan.

Bahkan, setelah di bunuh korban di seret oleh pelaku, sebelum pelaku akhirnya melarikan diri. Polisi yang datang ke lokasi kejadian, langsung melakukan olah TKP dan membawa jenazah ke rumah sakit untuk di autopsi.

Warga menduga, tewasnya korban akibat motif hubungan asmara sesama jenis yang diduga dilakukan oleh kekasihnya sendiri.

“Dugaan saya Dian dibunuh, karena lehernya luka bekas gorokan,” ungkap Ajat warga Desa Duren, Kecamatan Klari pada Inforengasdengklok.com.

Meski demikian, polisi belum bisa memberikan keterangan dan masih melakukan penyelidikan dibalik motif kematian korban. Selain itu, polisi masih memintai sejumlah keterangan dari sejumlah saksi mata.

Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas di jalan klari - cikampek mengalami kemacetan akibat banyak warga yang ingin melihat.

RAWAMERTA, IR - Kemarau yang berkepanjangan membuat sawah-sawah petani di Karawang, Jawa Barat, menjadi kering. Namun sebgian petani, memanfaatkan sawah yang sudah mengering untuk menggembalakan hewan ternak. Sementara, petani lainnya memilih menjual bongkahan tanah sawah untuk keperluan sehari-hari.

Sekilas, kambing-kambing di sawah yang dilanda kekeringan ini bukan milik petani. Nayatanya, kambing-kambing justru tengah digembalakan petani di sawah mereka yang sudah mengering.

Kekeringan di Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, Karawang ini, sudah terjadi sejak 2 bulan terakhir. Akibatnya, para petani tak bisa menggarap sawah mereka.

Sambil menunggu kekeringan berlalu, petani memanfaatkan sawah yang mengering untuk mengembalakan hewan ternak mereka. 

Sementara, petani lainnya memilih menjual bongkahan tanah sawah untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari. Untuk satu mobil saja, petani menjual tanah dengan harga RP 100 ribu rupiah.

“Ya, dari pada nganggur terpaksa saya menggembalakan kambing ini. Palagi, sekarang rumputnya sudah banyak akibat sawah mengering,” ucap Kanin pada Inforengasdengklok.com.

Hal serupa diakui Kartim, salah seorang petani yang menjual bongkahan tanah sawah untuk keperluan sehari-harinya.

“Terpaksa saya jual tanah ini pak, ya untuk kebutuhan sehari-hari aja. Satu truk, biasanya saya jual seharga seratus ribu pak,” ungkap Kartim.

Para petani berharap, musim kemarau segera berlalu dan mendung akan berbaik hati menumpahkan hujan yang mungkin akan mengairi sawah mereka yang tengah dilanda kekeringan.

RENGASDENGKLOK, IR - Sebuah truk bermuatan padi terguling dan masuk sawah, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Diduga, kecelakaan ini terjadi akibat sang sopir mengantuk. Meski tidak ada korban jiwa, namun sang kernet mengalami luka ringan akibat loncat dari mobil.

Truk pengangkut ratusan karung padi ini, terguling dan masuk sawah di jalan raya Proklamasi Rengasdengklok, Karawang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kernet trukmengalami luka ringan akibat loncat dari mobil.

Kejadian bermula, mobil yang dikendarai Ade, warga Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, Karawang ini, melaju dengan kecepatan tinggi. Karena mengantuk saat mengendarai mobilnya, truk mengalami oleng dan menabrak tiang telepon yang berada di pinggir jalan.

Hantaman tersebut membuat mobil hilang kendali, dan terperosok ke sawah. Akibatnya, sebagian karung berisikan padi tumpah kesawah.

Pengemudi mengaku kelelahan dan mengantuk, lantaran baru saja menempuh perjalanan cukup jauh.

“Tau-tau mobil oleng dan terguling pak. Saya capet abis menempuh perjalanan dari banten ke karawang,” ungkap Ade sopir truk kepada Inforengasdengklok.com.

Ratusan karung berisikan padi, langsung di evakuasi kemobil lain. Sementara, mobil truk belum dievakuasi dan masih berada di lokasi kejadian.

 

Kepala Sekolah Tabrak Rumah Makan

Written by Sabtu, 20 September 2014 11:13

RENGASDENGKLOK, IR - Sebuah mobil toyota Rush yang dikemudikan seorang kepala sekolah di Karawang, Jawa Barat, menabrak rumah makan. Pengemudi mengaku, salah menginjak rem sesaat sebelum kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun pemilik rumah makan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Mobil toyota Rush yang dikemudikan Batong Warga Desa Telukambulu, Kecamatan Batujaya, Karawang ini, ringsek dibagian depan. Selain mobil, warung makan yang ditabrak pengemudi juga hancur di bagian depan dan atap.

Kecelakaan ini terjadi di Jalan Raya Proklamasi Rengasdengklok, saat pengemudi akan menyalip mobil pick up. Namun naas, lantaran kaget ada sepeda motor didepannya pengemudi langsung banting setir ke kiri.

Lantaran kaget, pengemudi yang di ketahui sebagai kepala sekolah SD ini bukannya menginjak rem malah menginjak gas. Saat itu pula, mobil langsung melaju kencang dan menabrak rumah makan di pinggir jalan.

Sebelum menabrak rumah makan, mobil bernomor polisi T 1439 DT ini menabrak belakang mobil pick up bermuatan tahu. Mobil pick up sarat bermuatan oleng ke kanan dan tergung. Akibatnya, tahu yang di bawa mobil pick up pun berhamburan ke jalan.

Tak hanya itu, tiga orang yang tengah berboncengan motor pun tertabrak. Ketiganya mengalami luka serius satu diantaranya seorang balita.

“Pas lagi mau nyalip, saya kaget ada motor dari arah berlawanan. Terus saya banting setir ke keiri, saya langsung injek rem tapi malah nginjek gas dan langsung menabrak rumah makan ini,” ungkap Batong pengemudi mobil toyota Rush pada Inforengasdengklok.com.

Dalam peristiwa ini, pemilik rumah makan diperkirakan mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah. Banyaknya warga yang melihat, jalan raya Rengasdengklok-Tanjungpura mengalami kemacetan panjang.

RAWAMERTA, IR - Barhati-hatilah jika anda mengendarai sepeda motor di jalan berlubang. Seorang siswi SMK di Karawang, Jawa Barat, kondisinya kritis akibat tertabrak sepeda motor setelah dirinya terjatuh lantaran menghindari lubang di jalan.

Seperti dalam foto, Aulia siswi SMK 1 Rawamerta, Karawang, ini masih tergeletak di jalan akibat jatuh dari sepeda motornya. Teman Aulia, yang panik tak bisa berbuat banyak saat korban meminta pertolongan. 

Kecelakaan ini bermula, saat aulia tengah perjalanan pulang dari sekolanya menggunakan motor honda supra. Saat diperjalanan, motor yang dikenadarinya melewati lubang yang ada ditengah jalan.

Saat menghindari lubang, motor yang dikendarai aulia pun oleng. Diduga tak bisa menguasi laju motornya, Aulia akhirnya terjatuh. Naas, dari arah berlawanan muncul sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan langsung menabraknya.

Setelah ditabrak, sepeda motor yang tak diketahui identitasnya itu langsung kabur. Akibatnya, Aulia mengalami luka dibagian kepala dan kondisinya kritis.

“Aulia pake motor, terus motornya sempoyongan dan jatuh. Terus lagi ditabrak motor. Dan yang nabraknya langsung kabur,” ungkap Yuni pada Inforengasdengklok.com.

Namun karena keterlambatan petugas yang datang, korban yang masih tergeletak ditengah jalan langsung di bawa ke rumah sakit oleh warga. Peristiwa ini, menjadi pelajaran bagi kita agar berhati-hati jika mengendarai sepeda motor di jalan berlubang.

Terlebih, gunakanlah pengaman kepala atau helm untuk mencegah hal-hal yang patal saat mengendarai sepeda motor.

Polisi Tangkap Pengedar Narkoba Dan Ranmor

Written by Kamis, 11 September 2014 16:28

KARAWANG, IR - Sembilan bandar dan pengedar narkoba di tangkap aparat kepolisian polres Karawang, Jawa Barat, selama dua pekan terakhir. Sebanyak 23 kilogram ganja dan 25 gram sabu-sabu serta sejumlah alat hisap sabu berhasil disita petugas sebagai barang bukti.

Ke sembilan bandar ganja dan sabu serta pengedar narkoba, ditangkap di sejumlah wilayah Karawang, selama dua pekan terakhir. Mereka yang tertangkap, merupakan para pelaku yang selama ini telah menjadi target sasaran operasi petugas.

Beberapa diantaranya, bahkan merupakan satu keluarga yang diduga menjadikan pengedar narkoba di wilayah karawang. Dari sembilan tersangka, satu diantaranya merupakan bandar ganja.
 
Ganja seberat 23 kilogram ini, di dapatkan dari sebuah bandar besar di jakarta yang saat ini masih dalam pengejaran petugas.

Selain menyita ganja, petugas juga menyita 25 gram sabu-sabu yang sudah siap edar. Tak hanya itu, petugas juga menyita sejumlah alat hisap sabu, dan satu buah timbangan.

Polisi sendiri, terus melakukan pengembangan terhadap penangkapan sembilan pelaku tersebut.

“Kita terus akan kembangan dari dengan pengakuan tersangka, yang bandarnya ada di wilayah Jakarta,” jelas Kapolres Karawang, AKBP Daddy Hartadi pada Inforengasdengklok.com.

Selain menangkap bandar narkoba, petugas juga menangkap komplotan sepesialis pencurian kendaraan bermotor. Bahkan, satu diantara tersangaka dilumpuhkan dengan timah panas.

Gas 13 Kg Naik, Gas Melon Langka

Written by Kamis, 11 September 2014 14:54

KARAWANG, IR - Pasca kenaikan harga gas ukuran 12 kilogram, penjualan gas berukuran 12 kilogram di tingkat agen di Karawang, Jawa Barat, nampak sepi. Sementara para pengecer bisa menjual hingga 30 tabung dalam satu hari, kini hanya bisa menjual dua tabung perhari. Celakanyalagi, kini warga mulai sulit menemukan gas ukuran tiga kilogram di pasaran.

Tak seperti biasanya, para agen tabung gas 12 kilogram di jalan raya niaga, karawang, terlihat sepi. Padahal sebelumnya, para pembeli di tiap agen-agen gas elpiji ini sering terjadi antrian panjang.

Rupanya, kenaikan harga gas ukuran 12 kilogram ini juga berdampak pada menurunnya konsumen yang datang ke tiap pengecer. Jika sebelumnya, para pengecer menjual sekitar tiga puluh tabung perhari. Hingga siang hari, mereka hanya menjual sekitar satu sampai dau tabung per hari.

Menurunya jumlah konsumen ini, terlihat sejak pertamina menaikan harga gas 12 kilogram, sekitar 20 ribu pertabung. Akibatnya, kenaikan harga yang tinggi tersebut dikeluhkan para konsumen.

“Ya, sejak dinakan gas 12 kilogram, dari kita buka sampai siang ini baru dua gas yang dibeli,” ungkap Jamal pada Inforengasdengklok.com.

Sementara itu, kenaikan harga gas ukuran 12 kilogram justru berdampak pada kelangkaan gas ukuran 3 kilogram di pasaran. Padahal, harga gas bersubsidi tersebut tidak naik.

Celakanya, kelangkaan tabung melon tersebut sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Sejumlah warga yang akan membeli gas ukuran 3 kilogram tersebut harus rela pulang dengan tangan hampa.

“Saya mau nyari gas 3 kilo pak, namun sampai saat ini belum dapet. Udah tiga hari pak, saya nyari ke agen pun ga ada,” ujar Ade.

(RED) Warga berharap, pertamina segera menormalkan kembali pasokan gas ukuran 3 kilogram agar kereshan warga tidak semakin menjadi.

Sulit Air, Petani Karawang Tanam Palawija

Written by Rabu, 10 September 2014 16:02

PAKISJAYA, IR - Sulitnya mendapatkan air untuk mengairi areal persawahan, membuat sejumlah petani di wilayah Karawang, Jawa Barat, mengubah pola tanam dari padi menjadi palawija. Selain harganya murah, petani mengaku menanam palawija tak harus menggunakan air berlimpah.

Sambil menunggu musim kemarau berlalu, petani di Dusun Kerajan, Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya, Karawang, ini, memilih bercocok tanam jenis palawija ketimbang tanaman padi. Sulitnya pasokan air, membuat lahan pesawahan mereka menjadi kering dan tak bisa ditanami padi.

Bahkan, untuk menanam palawija pun mereka terpaksa membuat sumur pantek. Jenis palawija yang mereka tanam, seperti tanaman terong kopek, kacang ijo dan tanaman timun.

Menurut petani, mereka terpaksa harus beralih ke tanaman palawija lantaran sudah hampir dua bulan ini air hujan tak pernah turun. Jika dipaksakan menanam padi, mereka akan mengalami kerugian sangat besar.

Untuk mensiasatinya, mereka terpaksa mengubah pola tanam dari padi ke tanaman palawija. Jika musim kemarau berlalu, para petani pun akan kembali menanam padi seperti biasa.

“Saat ini, saya pilih tanam palawija dulu mas. Kalau udah airnya banyak, nanti kita juga akan tanam padi lagi,” ungkap Rojali pada Inforengasdengklok.com.

(RED) Para petani berharap, musim kemarau segera berlalu dan mendung akan berbaik hati menumpahkan hujan yang mungkin akan mengairi sawah mereka yang tengah dilanda kekeringan.

Dengklok TV

Agenda

 ◄◄  ◄  ►►  ► 
OKTOBER 2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Kami memiliki satu tamu dan tidak ada anggota online
Please install and enabled plugin Vinaora Visitors Counter firstly
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech