Selamat Datang di website komunitas Info Rengasdengklok   Click to listen highlighted text! Selamat Datang di website komunitas Info Rengasdengklok Powered By GSpeech
Anda disini: HomePeristiwa

Polisi Tangkap Pengedar Narkoba Dan Ranmor

Written by Kamis, 11 September 2014 16:28

KARAWANG, IR - Sembilan bandar dan pengedar narkoba di tangkap aparat kepolisian polres Karawang, Jawa Barat, selama dua pekan terakhir. Sebanyak 23 kilogram ganja dan 25 gram sabu-sabu serta sejumlah alat hisap sabu berhasil disita petugas sebagai barang bukti.

Ke sembilan bandar ganja dan sabu serta pengedar narkoba, ditangkap di sejumlah wilayah Karawang, selama dua pekan terakhir. Mereka yang tertangkap, merupakan para pelaku yang selama ini telah menjadi target sasaran operasi petugas.

Beberapa diantaranya, bahkan merupakan satu keluarga yang diduga menjadikan pengedar narkoba di wilayah karawang. Dari sembilan tersangka, satu diantaranya merupakan bandar ganja.
 
Ganja seberat 23 kilogram ini, di dapatkan dari sebuah bandar besar di jakarta yang saat ini masih dalam pengejaran petugas.

Selain menyita ganja, petugas juga menyita 25 gram sabu-sabu yang sudah siap edar. Tak hanya itu, petugas juga menyita sejumlah alat hisap sabu, dan satu buah timbangan.

Polisi sendiri, terus melakukan pengembangan terhadap penangkapan sembilan pelaku tersebut.

“Kita terus akan kembangan dari dengan pengakuan tersangka, yang bandarnya ada di wilayah Jakarta,” jelas Kapolres Karawang, AKBP Daddy Hartadi pada Inforengasdengklok.com.

Selain menangkap bandar narkoba, petugas juga menangkap komplotan sepesialis pencurian kendaraan bermotor. Bahkan, satu diantara tersangaka dilumpuhkan dengan timah panas.

Gas 13 Kg Naik, Gas Melon Langka

Written by Kamis, 11 September 2014 14:54

KARAWANG, IR - Pasca kenaikan harga gas ukuran 12 kilogram, penjualan gas berukuran 12 kilogram di tingkat agen di Karawang, Jawa Barat, nampak sepi. Sementara para pengecer bisa menjual hingga 30 tabung dalam satu hari, kini hanya bisa menjual dua tabung perhari. Celakanyalagi, kini warga mulai sulit menemukan gas ukuran tiga kilogram di pasaran.

Tak seperti biasanya, para agen tabung gas 12 kilogram di jalan raya niaga, karawang, terlihat sepi. Padahal sebelumnya, para pembeli di tiap agen-agen gas elpiji ini sering terjadi antrian panjang.

Rupanya, kenaikan harga gas ukuran 12 kilogram ini juga berdampak pada menurunnya konsumen yang datang ke tiap pengecer. Jika sebelumnya, para pengecer menjual sekitar tiga puluh tabung perhari. Hingga siang hari, mereka hanya menjual sekitar satu sampai dau tabung per hari.

Menurunya jumlah konsumen ini, terlihat sejak pertamina menaikan harga gas 12 kilogram, sekitar 20 ribu pertabung. Akibatnya, kenaikan harga yang tinggi tersebut dikeluhkan para konsumen.

“Ya, sejak dinakan gas 12 kilogram, dari kita buka sampai siang ini baru dua gas yang dibeli,” ungkap Jamal pada Inforengasdengklok.com.

Sementara itu, kenaikan harga gas ukuran 12 kilogram justru berdampak pada kelangkaan gas ukuran 3 kilogram di pasaran. Padahal, harga gas bersubsidi tersebut tidak naik.

Celakanya, kelangkaan tabung melon tersebut sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Sejumlah warga yang akan membeli gas ukuran 3 kilogram tersebut harus rela pulang dengan tangan hampa.

“Saya mau nyari gas 3 kilo pak, namun sampai saat ini belum dapet. Udah tiga hari pak, saya nyari ke agen pun ga ada,” ujar Ade.

(RED) Warga berharap, pertamina segera menormalkan kembali pasokan gas ukuran 3 kilogram agar kereshan warga tidak semakin menjadi.

Sulit Air, Petani Karawang Tanam Palawija

Written by Rabu, 10 September 2014 16:02

PAKISJAYA, IR - Sulitnya mendapatkan air untuk mengairi areal persawahan, membuat sejumlah petani di wilayah Karawang, Jawa Barat, mengubah pola tanam dari padi menjadi palawija. Selain harganya murah, petani mengaku menanam palawija tak harus menggunakan air berlimpah.

Sambil menunggu musim kemarau berlalu, petani di Dusun Kerajan, Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya, Karawang, ini, memilih bercocok tanam jenis palawija ketimbang tanaman padi. Sulitnya pasokan air, membuat lahan pesawahan mereka menjadi kering dan tak bisa ditanami padi.

Bahkan, untuk menanam palawija pun mereka terpaksa membuat sumur pantek. Jenis palawija yang mereka tanam, seperti tanaman terong kopek, kacang ijo dan tanaman timun.

Menurut petani, mereka terpaksa harus beralih ke tanaman palawija lantaran sudah hampir dua bulan ini air hujan tak pernah turun. Jika dipaksakan menanam padi, mereka akan mengalami kerugian sangat besar.

Untuk mensiasatinya, mereka terpaksa mengubah pola tanam dari padi ke tanaman palawija. Jika musim kemarau berlalu, para petani pun akan kembali menanam padi seperti biasa.

“Saat ini, saya pilih tanam palawija dulu mas. Kalau udah airnya banyak, nanti kita juga akan tanam padi lagi,” ungkap Rojali pada Inforengasdengklok.com.

(RED) Para petani berharap, musim kemarau segera berlalu dan mendung akan berbaik hati menumpahkan hujan yang mungkin akan mengairi sawah mereka yang tengah dilanda kekeringan.

Uang Saku Jemaah Haji Raib Dicopet

Written by Selasa, 09 September 2014 13:20

KARAWANG KOTA, IR - Pelepasan kloter 23 jemaah haji asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diwarnai aksi pencopetan. Selain pengantar jemaah haji, calon jemaah haji juga tak luput dari aksi pencopet. Akibatnya, uang real yang seyogyanya akan digunakan untuk keperluan ibadah haji di Mekah pun raib.

Kepadatan terjadi di pintu gerbang masuk pendopo  Pemkab Karawang, saat sejumlah keluarga jamaah haji mendesak ingin masuk. Namun mereka, dihadang oleh petugas kepolisian yang melakukan penjagaan.

Sejumlah keluarga yang mengantar jamaah haji, terus berusaha menembus gerbang masuk pendopo. Ini terjadi, lantaran mereka ingin mengantar dan melihat langsung pemberangkatan bus yang ditumpangi jamaah haji.

Kondisi ini, justru dimanfaatkan sejumlah pencopet untuk melakukan aksinya. Selain mengincar keluarga pengantar jemaah haji, rupanya para pencopet juga mengincar tas yang dibawa oleh jemaah haji.

salah satunya Kaila karolin (19) salah seorang warga asal Kecamatan Rawamerta ini mengaku telah menjadi korban pencopetan. Saat itu, ia tengah mengatarkan orangtuanya ke halaman kantor Bupati Karawang. Tanpa diduga, uang dan surat-surat penting pun raib dibawa pencopet.

“Ya kang, pas saya liat tas ternyata tas sudah sobek. Pas saya liat, uang, atm, ktp dan surat keperluan kuliah hilang,” ungkap Kaila Karolin pada Inforengasdengklok.com.

Tak hanya keluarga pengantar jemaah haji, rupanya calon jemaah haji pun tak luput dari aksi pencopet. Ini dialami Nuraisyah (45) calon jemaah haji asal Dusun Pasirtelaga, RT 05/02, Desa Pasirtelaga, Kecamatan Telagasari, Karawang.

Saat itu, ia akan masuk ke aula Husni Hamid dimana para calon jemaah haji berkumpul di ruangan tersebut. Rupanya, saat berdesakan tas yang ia bawa menjadi sasaran pencopet. Akibatnya, uang real yang diberi oleh Kemenag untuk kebutuhan uang saku selama di tanah suci pun raib.

“Tas itu berisi, hp dan uang real yang akan digunakan untuk keperluan di mekah nanti,” jelasnya.

Pelepasan pertama jemaah haji asal Karawang ini, berjumlah 444 jemaah haji yang tergabung dalam kloter 23. Sementara, pada tahun ini Kabupaten Karawang akan memberangkatkan jemaah haji sebanyak 1769 jemaah haji yang dibagi menjadi 5 kloter.

KARAWANG, IR - Komisi pemberantasan korupsi KPK, kembali menggeledah kantor bupati Karawang, Ade Swara. Rencananya, KPK juga akan menggeledah kantor Bapeda dan kantor Bpmpt.

Untuk yang kedua kalinya, komisi pemberantas korupsi KPK menggeledah kantor bupati Karawang, Ade Swara terkait dugan suap perizinan surat persetujuan pemanfatan ruang.

Kedua puluh enam petugas KPK, rencananya akan melakukan penggeledahan di dua tempat yakni kantor badan perencanaan daerah atau bapeda dan badan penanaman modal dan pelayanan terpadu Bpmpt.

Dalam penggeledahan kali ini, lokasi kantor bupati dijaga ketat aparat kepolisian. Satu persatu, petugas KPK pun menggeledah ruangan bupati karawang yang didampingi beberapa saksi.

Kepala bagiaan Humas menyetakan, penggeledahan yang dilakukan KPK tersebut dimulai sekitar pukul satu dini hari dengan menerjunkan dua puluh enam petugas.

“Petugas datang sekitar pukul satu dini hari, dan setelah menggeledah ruangan bupati, rencananya akan memeriksa kantor Bapeda dan kantor Bpmpt,” kata Yasin Nasrudin Kabag Humas Pemkab Karawang pada Inforengasdengklok.com.

(Red) Sementara, bupati karawang Ade Swara beserta istri Nurlatifah telah ditetepkan sebagai tersangka terkait dugaan pemerasan perizinan salah satu pusat perbelanjaan atau mall.

Dua Pemuda Tewas Tersengat Listrik

Written by Sabtu, 21 Juni 2014 16:14
KARAWANG, IR - Dua pemuda penganguran ditemukan tewas di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (21/06) siang. Diduga, dua pemuda tersebut tewas akibat tersengat listrik. Dalam celana korban, petugas menemukan lemabaran uang palsu dan sebuah pisau yang diduga akan digunakan untuk merampok. Asdi (28) pemuda asal dusun bubulak, kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawangbarat, Karawang/ ini, tewas tergantung di salah satu bangunan ruko dijalan raya Surotokunto, Karawang. Selain asdi, seorang pemuda yang kini belum diketahuidentitas ini juga tewas tergantung dilokasi yang sama. Diduga, kedua pemuda tersebut tewas akibat tersengat aliran listrik. Pasalnya, tak jauh dari lokasi korban tewas, ditemukan kabel listrik bertegangan tinggi yang membentang diatas bangunan. Setelah mendapatkan laporan warga, petugas dari Polres Karawang, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Di celana korban, petugas menemukan lembaran uang palsu dan sebilah pisau yang diduga akan digunakan untuk merampok. Sebelumnya, para pekerja bangunan mengira, kedua korban yang tewas tersebut adalah teman sesama pekarja bangunan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan kedua pemuda tersebut bukan pekerja bangunan dan mereka pun tak mengenalinya. “Saya kira itu rekan kami, namun kedau korban itu ternyata bukan pekerja ruko disini kang,” ungkap Hasyim pada Inforengasdengklok.com. Untuk penyelidikan lebih lanjut, petugas akhirnya membawa kedua jasad korban ke rumah sakit RSUD Karawang, untuk keperluan outopsi. Akibat peristiwa ini, jalan raya Surotokunto mengalami kemacetan panjang lantaran banyak warga yang ingin melihat kejadian tersebut.

KARAWANG, IR - Banjir kembali merendam ratusan rumah warga di Karawang, Jawa Barat, Selasa (17/06) Selain merendam rumah warga, banjir akibat hujan deras dan melupanya sungai Cibeet ini menyebabkan jalan desa terputus. Sebagian warga yang rumahnya terendam banjir, memilih mengungsi kekerabat dekat mereka, namun sebgaian warga ada yang mengungsi di pelataran toko.

Ratusan rumah warga di Desa Karangligar dan Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, kembali terendam banjir. Banjir yang disebabkan hujan deras dan meluapnya sungai Cibeet ini, merendam rumah warga hingga ketingian satu meter lebih.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi jalan -jalan desa hingga arus kendaran sempat terputus.

Kondisi ini, membuat warga yang rumahnya terendam banjir terpaksa harus mengungsi kekerabat mereka. Bahkan, sebagian warga ada yang mengungsi di emperan toko di jalan raya.

Menurut warga, banjir yang merendam rumah warga ini akibat luapan sungai Cibeet yang tak mampu menampung air hujan. Hingga kini, ketingain air yang merendam rumah warga sudah mencapai satu meter lebih.

“Banir ini, akibat sungai Cibeet meluap. Meluapnya sungai ini, lantaran kondisi sungai sudah tidak bisa menampung debit air hujan,” ungkap Inan pada Inforengasdengklok.com.

Inan dan warga lainnya berharap, pemerintah agar secepatnya memberikan solusi, minimal saluran sungai Cibeet yang ada di wilayah tersebut dapat segera diperbaiki. Sehingga, ketika sungai meluap air tetap mengalir dan tidak menggenangi rumah mereka.

KARAWANG, IR - Kejahatan tidak hanya terjadi di tempat keramaian saja. Mendekati Bulan ramadhan, aksi kejahatan dalam tol juga mulai terjadi di Karawang, Jawa Barat. Seorang warga Cirebon ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tusukan  serta kondisi tangan terikat  di pinggir tol Jakarta – Cikampek. Sementara, mobil korban juga  berhasil di bawa para pelaku.


Jenazah korban kejahatan dalam tol, Ano Suseno ( 31)  Warga Tegalkarang, Kecamatan Palimamanan Cirebon ini, telah berada di ruang jenazah rsud Karawang, Jawa Barat, kemarin.

Korban ditemukan tewas di pinggir jalan tol kilo meter 60 Jakarta – Cikampek, oleh petugas jasa marga dalam kondisi tangan terikat.
Dari hasil outopsi sementara, di tubuh korban ditemukan 4 tusukan di bagian leher, Korban diduga dibunuh menggunakan obeng, sebelum pelaku membawa kabur kendaraan korban Suzuki APV.
Meski belum diketahui, kronologis kejadian ini, namun diduga aksi ini dilakukan oleh pelaku spesialis perampokan kendaraan yang melakukan aksinya di dalam jalan tol Jakarta - Cikampek jelang memasuki bulan Ramadhan.

Sementara, teman maupun kerabat korban yang mengetahui kematian korban, langsung mendatangi RSUD Karawang, untuk mengambil jenazah korban.

“Kalau kronoligis saya tidak tahu, namun ketika saya cek ditubuh korban tepanya dileher ada empat luka tusukan. Kemungkinan, korban ditusuk menggunakan obeng dan tangannya juga terikat tali plastik,” ujar teman korban Ade kepada Inforengasdengklok.com.

Usai dilakukan outopsi, rencananya jenazah korban akan segera di bawa ke rumah duka di Cirebon untuk segera di kebumikan. Hingga saat ini, polisi sendiri belum bisa menangkap pelaku dan masih melakukan pengejaran.

Selain itu, pihak kepolisian juga belum bisa memberikan keterangan terkait penemuan korban pembunuhan yang ditemukan di dalam tol yang belakangan mulai mengalami peningkatan.

KARAWANG, IR - Petugas Badan Narkotika Nasional B-N-N menjemput satu orang penghuni lembaga pemasyarakatan kelas II A Karawang, Jawa Barat, Kamis (22/05). Penjemputan dilakukan, dengan pengawalan ketat petugas bersenjata lengkap.

Penejmputan satu orang penghuni lembaga pemasyarakatan kelas II A, Karawang, Hendri Albert dilakukan petugas BNN. Penjemputan terpidana kasus narkoba yang telah di vonis selama 13 tahun ini, untuk dilakukan pengembangan atas tertangkapnya kurir narkoba Julianan dan Alma noviani Chaniago pada 16 April kemarin di halaman seven elen jalan daan Mogot, Jakarta Barat.

Dari tangan tersangka, petugas menemukan sabu dengan total berat 2,75 gram sabu. Terpidana Albert sendiri, merupakan pengendali kurir sabu jaringan Internasional.

Dalam penjemputannya, para petugas BNN berseragam lengkap melakukan pengawalan ketat dengan bersenjata laras panajang.

Hendri Albert sendiri, adalah narapidana titipan dari lembaga pemasyarakatan cipinang setelah di vonis selama 13 tahun. Hendri Albert, selama ini menghuni ruang tahanan di blok C lantai 2 kamar 4. Hendri Albert, baru menjalani masa pidana selama 1 tahun 6 bulan.

KARAWANG, IR - Unjuk rasa menuntut mundur kepala kejaksaan Negeri Karawang oleh ribuan petani dan massa ormas laskar merah putih LMP, di kantor Kejaksaan Negeri Karawang, Jawa Barat, diwarnai kericuhan, Kamis (22/05). Dua kelompok pengunjuk rasa, saling baku hantam saat mendatangi kantor kejaksaan.

Kericuhan antara kordinator massa petani dan sejumlah ormas laskar merah putih ini, terjadi di depan kantor kejaksaan negeri karawang, saat ribuan petani bersama massa ormas laskar merah putih tiba di kantor kejaksaan negeri karawang.

Sejumlah massa ormas, melakukan aksi pemukulan terhadap kordinator massa petani. Beruntung, kericuhan ini tak berlangsung lama. Kedua belah pihak akhirnya bersepakat damai.

Kericuhan ini terjadi, diduga akibat kesalahpamahan antar kedua massa pengunjuk rasa.

Sementara, aksi unjuk rasa ribuan massa petani dan sejumlah ormas laskar merah putih ini, menuntut kepala kejaksaan negeri karawang Genora Zarina untuk mundur dari jabatannya.

Masa menilai, kasus sengketa lahan antara warga tiga Desa dan PT SAMP, hingga adanya penetapan terdakwa terhadap mantan kepala desa Margamulya, Kecamatan Telukjambe, Ratna Ningrum, diduga sebuah kriminalisasi dan manipulasi kasus yang dilakukan pihak kejaksaan selaku pihak penuntut umum.

Untuk itu, selain menuntut mundur kepala kejaksaan, masa juga meminta agar ratna ningrum selaku terdakwa bisa dibebaskan. Dalam unjuk rasa ini, masa juga melakukan pembakaran ban bekas sebagai bentuk perlawanan terhadap mandulnya supremasi hokum.

Setelah melakukan orasi, massa yang tak berhasil menemui kepala kejaksaan akhirnya membubarkan diri. Meski demikian, massa akan kembali mendatangi kantor kejaksaan hingga tuntutannya di penuhi.

Apalagi, kasus sengketa lahan antara warga tiga desa dan P-T SAMP ini, sudah berlangsung selama 32 tahun.

Dengklok TV

Agenda

 ◄◄  ◄  ►►  ► 
Sep 2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
Kami memiliki 9 tamu dan tidak ada anggota online
Please install and enabled plugin Vinaora Visitors Counter firstly
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech