Selamat Datang di website komunitas Info Rengasdengklok   Click to listen highlighted text! Selamat Datang di website komunitas Info Rengasdengklok Powered By GSpeech
Anda disini: HomePeristiwa

PEDES, IR - Diduga akibat sopir mengantuk, sebuah mobil bak terbuka membawa rombongan wisatawan di Karawang, Jawa Barat, terguling dan masuk sungai. Dalam peristiwa ini, satu orang tewas dan enam warga lainnya mengalami luka-luka.

Tiga dari tujuh korban luka parah, dilarikan ke rumah sakit Proklamasi Rengasdengklok, Karawang, sesaat setelah mobil bak terbuka yang mereka tumpangi terguling dan masuk sungai. Para korban ini merupakan warga desa Jayamulya, Kecamatan Cibuaya, yang baru saja akan merayakan liburan mereka ke salah satu tempat wisata pantai di Kecamatan Pedes, Karawang.

Para korban, umumnya mengalami patah tulang di bagian tangan dan kaki, serta luka akibat benturan di bagian wajah. Andres (14) dan Mujri (18) tahun, keduanya mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Namun naas, mujri tewas setelah mendapat perawatan intensif diruang unit gawat darurat, akibat mengalami luka cukup serius dibagian kepala.

Menurut salah seorang warga, Suharja, mobil bak terbuka yang mengangkut puluhan penumpang tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba saja, mobil oleng kekiri lalu sopir membanting ke kanan dan akhirnya terguling dan akhirnya masuk sungai.

“Mobil oleng ke kanan, dan kayanya sopir banting ke kiri. Lalu, mobil terguling tiga kali dan nyebur ke sungai,” ungkap Suharja pada Inforengasdengklok.com.

(Red) Sempat terjadi kesulitan saat warga mengevakuasi mobil pick up bernomor polisi T 8171 DP tersebut karena sempitnya dilokasi kejadian. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas didua arah mengalami kemacetaan. Pihak kepolisian kini masih menyelidiki sebab kejadian tersebut.

KARAWANG, IR - Empat terduga perampok spesialis nasabah bank di Karawang, Jawa Barat, berhasil dibekuk polisi, Jumat (19/12). Keempat pelaku bersenjata api ini, langsung digiring bersama barang bukti kendaraan roda empat yang mereka pakai.

 

Empat terduga perampok spesialis nasabah bank bersenjata api, berhasil dibekuk tim buser polres Karawang. Ke empat terduga perampok ini, ditangkap berdasarkan informasi salah seorang nasabah bank yang baru mengambil uang disalah satu bank swasta Jalan Panatayuda.

 

Petugas yang mendapat informasi, langsung bergerak ke lokasi dimana para pelaku berada. Ke empat pelaku berhasil ditangkap petugas, tanpa melakukan perlawanan.

 

Dari tangan pelaku, petugas berhasil menemukan senjata api yang digunakan pelaku untuk melakukan perampokan. Tak hanya itu, didalam mobil pelaku juga ditemukan puluhan peluru tajam dan perhiasan mas.

 

Menurut saksi mata, kendaraan jenis terano yang ditumpangi ke empat pelaku sebelumnya mondar-mandir dilokasi kejadian. Saat itu pula, petugas langsung membekuk ke empat terduga perampok tersebut.

 

“Palaku ada empat orang. Sejak pagi mondar-madiri di depan Bank BCA, lalu ada polisi langsung menangkapnya,” ungkap Toto pada Inforengasdengklok.com.

 

Selain menagngkap empat pelaku, polisi juga mengamankan kendaraan terduga perampok, serta barang bukti bungkusan perhiasan mas dan senjata api.

Hindari Avanza, Box Tanpa Muatan Terguling

Written by Kamis, 11 Desember 2014 08:50

KARAWANG, IR - Sebuah mobil box tanpa muatan di Karawang, Jawa Barat, terguling, Kamis (11/12) siang. Akibat peristiwa ini, jalan raya Bay pas mengalami kemacetan panjang.

Seperti dalam foto, mobil box T 8266 DF terguling di Jalan Raya By Pass Karawang, setelah menghindari mobil jenis Avanza yang tiba-tiba belok tanpa menyalakan lampu sen. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sopir dan konektur mengalami patah tulang dibagian kaki kanan.

Didin (28) sopir box warga johar, Karawang Timur mengatakan, dirinya kaget saat tiba-tiba mini bus Avanza belok kanan tanpa menyalakan lampu sen. Guna menghindari benturan, dirinya membanting stir ke kanan namun karena jalan licin mobil langsung oleng dan terguling.

“Saya kaget, didepan ada mobil avanza yang tiba-tiba belok kanan. Ya udah saya rem dan banting ke kanan,” kata Didin pada Inforengasdengklok.com.

Dalam peristiwa ini, selain sang sopir mengalami patah tulang. Namun arus lalu lintas dari arah by pass menuju Bekasi macet selama beberapa jam.

KARAWANG, IR - Seorang wanita di Karawang, Jawa Barat, menjadi korban sindikat perdagangan manusia internasional. Sebelum dipulangkan ke indonesia, korban sempat disekap selama dua minggu di sebuah penampungan di malaysia.

Yuni, warga desa Rawagempol, Kecamatan Cilamaya wetan, Kabupaten Karawang ini, menjadi korban perdagangan manusia. Korban yang masih dibawah umur ini, sebelumnya dibujuk menjadi tenaga kerja wanita untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Sudan, saudi.

Menurut informasi, sebelum korban di pulangkan ke indonesia, korban sempat tinggal di penampungan di Batam oleh pihak sponsor TKW sebelum diberangkatkan ke malaysia melalui jalur laut.

Namun selama di malaysia, korban justru disekap oleh para sindikat selama dua minggu disebuah penampungan.

Pihak penegak hukum malaysia yang mengetahui penyekapan ini, kemudian melakukan penggerebekan hingga akhirnya yuni bersama puluhan pekerja asal indonesia lainnya dipulangkan ke indonesia.

Yuni yang merupakan satu dari puluhan korban perdagangan manusia jaringan internasional ini, hingga rabu petang masih berada di kantor dinas sosial karawang untuk dipulangkan ke rumahnya.

“Yuni diberangkatkan tidak  melalui penyalur resmi. Dan kini, ia pun tak mau pulang ke rumahnya,” ungkap Diyah Falupi, Kasi pemberdayaan masyarakat miskin dinsos karawang pada Inforengasdengklok.com.

Kini, kondisi yuni terlihat memprihatinkan. Ia tampak lemas dan murung serta tidak mau pulang ke kampung halaman lantaran malu.

Karyawan Toko Mas Tewas Diduga Digorok Perampok

Written by Senin, 08 Desember 2014 12:42

RAWAMERTA, IR - Seorang karyawan toko mas di Karawang, Jawa Barat, tewas didalam kontrakannya, Senin (08/12) siang. Diduga, korban tewas akibat dibunuh perampokan lantaran sejumlah barang milik korban raib. Korban tewas dengan luka gorokan dileher.

Warga Dusun Kerajan 2, Desa Sukamerta, Kecamatan Rawamerta, Karawang, digegerkan penemuan mayat didalam kontarakan. Korban yang diketahui bernama Farid asal desa setempat, tewas dengan luka gorok dibagian leher.

Diduga, korban yang merupakan karyawan toko mas ini, tewas akibat dibunuh oleh kawanan perampok. Sebab, barang-barang milik korban yang ada di tempat kejaidan perkara (tkp) raib digondol perampok.  

Sebelumnya, sekitar pukul 05.00  WIB korban telah kedatangan tamu dengan mengunakan kendaraan roda dua. Sekitar pukul 08.00 siang, korban telah ditemukan tidak bernyawa oleh rekan kerjanya sendiri.

Ade, salah seorang tetangga korban menuturkan, korban ditemukan tidak bernya oleh teman kerjanya..

“Tadi pagi teman kerja korban bernama Sopian teriak minta tolong. Saya hampiri, ternyata ia mendapati Farid telah tewas dikamarnya,” ungkap Ade pada inforengasdengklok.com.

Guna keperluan penyelidikan, petugas langsung memasang garis polisi di TKP. Jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit RSUD Karawang untuk keperluan outopsi. Sayangnya, saat sejumlah wartawan mengambil gambar, petugas dari polsek rawamerta berusaha menghalang-halangi.

PJU Terbakar Nyaris Menimpa Warga

Written by Rabu, 19 November 2014 16:15

KARAWANG - Sebuah lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Ahmad Yani By Pass Karawang, Jwa Barat, terbakar. Ironisnya, meski nyaris mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor terluka akibat semburan api yang terjatuh dari bongkahan PJU itu, tak satupun petugas Damkar dan PLN datang ke lokasi. 

 

"Saya tadi melihat ada semburan api dari kabel pju, dan saya langsung melapor ke polisi yang ada di pos polisi depan Mega Mall," ujar seorang warga, Mardi.

 

Informasi yang dihimpun di lokasi, terbakarnya PJU yang berada di tengah ruas jalan protokol (50 meter dari kantor Bupati Karawang) itu, terjadi sekitar jam 20.30 WIB. Awalnya, terjadi percikan di salah satu lampu. Kemudian keluar asap hingga keluar api dan membakar salah satu lampu PJU itu.

 

Bertepatan dengan itu, sebuah seorang pengendara sepeda motor melintas. Api yang membakar salah satu lampu itu kemudian merubuhkan lampu tersebut dan bongkahannya nyaris menimpa kepada pengendara sepeda motor yang berada tepat di bawahnya.

 

"Beruntung pengendara itu bisa mengelek, sehingga selamat dari jatuhan bongkahan itu," timpal warga lainnya, Samsul.

 

Belum jelas penyebab terbakarnya lampu PJU itu. Hingga berita ini diturunkan, tak ada satupun petugas PLN yang datang ke lokasi.

Bocah SD Tewas Tenggelam Di Sungai Citarum

Written by Sabtu, 11 Oktober 2014 10:29

RENGASDENGKLOK, IR - Diduga akibat tak bisa berenang, seorang siswa SD tewas di sungai Citarum, Karawang, Jawa Barat. Setelah dicari selama satu hari satu malam, akhirnya jasad korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.

Jenazah handika (10) siswa kelas empat SD yang tewas tenggelam di sungai citarum, di Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang ini, langsung dibawa kerumah duka. Isak tangis orangtua dan sanak saudara pecah saat jenazah korban tiba.

Sebelumnya, anak ke lima dari pasangan keluarga Sanin dan Enung ini, diketahui hilang terbawa arus sungai citarum saat mandi dan berenang bersama ke empat temannya. Mendapat laporan warga, tim sar Zhadoel dibantu warga melakukan penyisiran di sungai citarum menggunakan perahu karet.

Selama satu hari satu malam dalam pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan satu kilo meter dari lokasi kejadian.

Menurut paman korban, Handika bersama ke empat temannya tengah bermain sepak bola tak jauh dari sungai citarum. Tak seperti biasanya, korban langsung mandi dan berenang di sungai tersebut. Diduga lantaran tak bisa berenang, akhirnya korban tewas terbawa arus sungai.

“Ponakan saya ini, sebenarnya ga pernah mandi di citarum. Seusai main bola, lantas dia bersama temannya mandi di sungai itu, namun akibat di tak bisa berenang jadi terbawa arus dan ditemukan sudah meninggal,” ungkap Deddy Djunaedi pada Inforengasdengklok.com.

Karena kejadian ini murni kecelakaan, pihak keluarga akhirnya langsung memakamkan jasad korban tak jauh dari rumahnya.

Satu Keluarga Tewas Terpanggang

Written by Rabu, 08 Oktober 2014 15:32

CILAMAYA, IR - Satu keluarga tewas dalam musibah kebakaran sebuah warung di Karawang, Jawa Barat. Korban tewas berjumlah empat orang ini, merupakan satu keluarga yang saat kejadian tengah terlelap tidur.

Ke empat korban tewas kebakaran ini masih di berada di ruang jenazah RSUD Karawang, untuk dilakukan outopsi.

Keempat korban adalah Tafsir (32) dan Ruminah (25) tahun. Keduanya merupakan suami istri. Sementara, korban lainnya adalah Wulan (4,5) tahun dan galih 1,5 tahun yang kesemuanya anak korban.

Seluruh korban ini mengalami luka bakar yang cukup serius. Bahkan saat ditemukan, keempatnya sudah dalam kondisi tewas mengenaskan dengan tubuh gosong terpanggang.

Meski belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun diduga kebakaran berasal dari obat bakar nyamuk yang menyambar bensin eceran yang disimpan di dalam warung korban.

Keempat korban yang merupakan satu keluarga ini, diduga tengah tidur terlelap sehingga tak sempat menyelamatkan diri saat api melahap warung mereka. Warga yang mengetahui kebakaran ini kemudian berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Namun upaya warga tak berhasil. Bahkan, salah satu pihak keluarga menyesalkan tidak adanya petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi saat peristiwa kebakaran terjadi.

“Kalau kejadiann persis saya ga tahu, pas saya liat warungnya terbakar hebat. Korban ada empat, semua terbakar dan gosong. Yang sangat disayangkan mobil pemadam kebakaran, tak ada pak,” ungkap Darsan pada Inforengasdengklok.com.

Selain menewaskan satu keluarga, kebakaran sebuah warung di jalan krasak Cilamaya Karawang ini juga meluluhlantahkan bangunan warung dan sesisinya. Bangunan kebakaran hingga senin siang juga sudah diberi garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Juragan Sapi Tewas Dibunuh Perampok

Written by Sabtu, 27 September 2014 15:12

KLARI, IR - Perampokan disertai pembunuhan kembali terjadi di Karawang, Jawa Barat. Kali ini, seorang juragan sapi tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya. Korban tewas dengan luka gorok dilehernya. Sementara, istri korban hanya mengalami luka dibagian telinga dan tangan.

Ardi (80) warga Dusun Kerajan, Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Karawang, terbujur kaku di ruang jenajah RSUD setempat. Juragan sapi ini, tewas dengan luka gorok dibagian leher serta luka dibagian kepala.

Sementara, Apon (65) istri korban mengalami luka dibagian muka dan telinga akibat terkena bacokan senjata tajam saat melawan aki perampok di rumahnya.
Putri korban terlihat shok, dan terus menangis. Ia tak menyangka, orangtuanya tewas secara mengenaskan ditangan perampok.

Diduga, Ardi tewas setelah dibunuh perampok yang menyatroni rumahnya. Pelaku yang diduga ketahuan oleh korban, langsung menyerang secara membabi buta.

Meski sempat melawan, namun kake rentan itu tak berdaya menghadapi pelaku yang bersenjata tajam. Hingga akhirnya korban dianiaya hingga menemui ajalnya.

Menurut keterangan warga, pelaku berhasil masuk rumah korban dengan cara mencongkel jendela depan.

“Korban mengalami luka di bagian leher dan nyaris putus, sementara istrinya mengalami luka dibagian telinga, tangan dan muka. Keduanya emang sudah kakek dan nenek-nenek,” ungkap Ajip pada Inforengasdengklok.com.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan barang yang dibawa kabur oleh pelaku. Dugaan sementara, pelaku lebih dari satu orang. Kasus perampokan disertai pembunuhan ini, masih dalam penyelidikan petugas Polres Karawang.

RENGASDENGKLOK, IR - Kemarau yang melanda sebagian wilayah Karawang, Jawa Barat, mengakibatkan sawah petani menjadi mengering dan tak bisa tanami. Untuk bertahan hidup, sebagian petani pun beralih profesi menjadi perajin anyaman bambu.

Ditengah sulitnya mencari nafkah untuk keluarga, petani di Dusun Pulosari, Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, terpaksa beralih profesi sebagai penganyam bambu. Langkah ini diambil, lantaran mereka tak memiliki pendapatan dari lahan pertanian yang mengering.

Umar misalnya, pria paruh baya ini sudah menggeluti profesi sebagai penganyam bambu sejak sebulan terakhir. Dalam satu hari saja, ia mampu membuat anyaman dua hingga empat anyaman bambu atau keramba.

Anyaman yang sudah jadi, nantinya akan dijual ke pasar dengan harga RP 80 hingga RP 100 ribu rupaih. Tak hanya dijual kepasar, terkadang ia pun menerima pesanan dari warga sekitar yang datang ke rumahnya.

Hanya bermodalkan bambu dan keahlian jarinya, ia mampu mengantongi keuntungan RP 100 hingga RP 200 ribu rupiah perharinya. Jika dibanding dengan menggarap sawah, nilai keuntungan perharinya pun sangat jauh berbeda.

“Untuk keuntungan menanam sawah sama membuat anyaman, ya beda pak. Kalau sawah mah harus banyak modal, kalau inikan Cuma beli bambu dan langsung dibikin. Ya, untungnya lumayan deh,” ujar Umar pada Inforengasdengklok.com.

(RED) Dalam pandangan petani, berganti profesi karena sudah tidak ada alternatif untuk mencari nafkah sehari-hari. Fenomena ini, akan terus berlanjut selama musim kemarau belum berakhir.

Dengklok TV

Agenda

 ◄◄  ◄  ►►  ► 
DESEMBER 2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Kami memiliki 2 tamu dan tidak ada anggota online
Please install and enabled plugin Vinaora Visitors Counter firstly
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech